Cari Blog Ini

LAPORAN UTAMA, PENDIDIKAN, KESEHATAN, LINGKUNGAN, DAERAH

Selasa, 24 Mei 2011

JIHAD MELAWAN RUMAH KUMUH


Setiap rumah yang direnovasi menghabiskan dana antara 8-10 juta, di luar biaya tenaga kerja. Besaran dana tergantung dari kerusakan dan besarnya rumah yang direnovasi. Rumah Ma Icih (65) adalah salah satu rumah yang ditetapkan untuk direnovasi sehingga menjadi layak huni

Rumah Ma Icih (65 tahun)
Sukabumi (MAJALAH KOMUNITAS) – Jihad di Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi berbeda dengan jihad-jihad yang selama ini terdengar melalui aktifitas terorisme. Jihad di Parakansalak dilakukan oleh MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak bukan dengan meledakkan bom bunuh diri di hotel apalagi di mesjid, namun dengan memerangi rumah kumuh.

Kiprah MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak ini dilakukan sejak dua tahun lalu. Hasilnya sungguh menakjubkan. Tidak kurang dari 32 rumah kumuh tak layak huni telah direnovasi sehingga menjadi rumah yang layak huni.

Renovasi rumah kumuh yang dilakukan MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak dilakukan di 6 desa se- Kecamatan parakansalak.  Jumlah rumah kumuh yang berhasil  direnovasi di setiap desa berbeda tergantung dari hasil survey Tim Renovasi Rumah Kumuh yang dibentuk MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak.

“Dalam menetapkan rumah kumuh yang akan direnovasi, MUI dan BAZ menugaskan Tim survey terlebih dahulu yang bekerjasama dengan RT dan RW setempat.  Rumah-rumah yang dinilai perlu diprioritaskan, dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, maka itulah yang terlebih dahulu dibangun”, ujar Ust Ucup Supiana S.Pd.I, Ketua BAZ Kecamatan Parakansalak.

Ma Icih bersyukur ada bantuan bangun rumahnya
Ada empat kriteria yang memungkinkan sebuah rumah kumuh direnovasi oleh MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak. Pertama adalah rumah kumuh di daerah yang dinilai rawan akidah. Yang masuk katagori rumah kumuh di daerah rawan akidah adalah rumah-rumah kumuh di sekitar basis Jemaah Ahmadiyah. Sebab MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak mensinyalir bahwa salah satu perekrutan Jemaah Ahmadiyah adalah melalui pintu kemiskinan.

Rumah kumuh lainnya yang diprioritaskan untuk direnovasi adalah rumah yang dinilai tidak memenuhi persyaratan kesehatan, pemiliknya tergolong ekonomi lemah, fakir miskin seta jompo, dan hidup di lingkungan masyarakat yang tingkat kegotong-royongan umatnya rendah.

“Alhamdulilah, dengan program Jihad melawan rumah kumuh ini, umat islam terangsang kembali kepeduliannya. Terbukti sudah banyak rumah yang berhasil direnovasi”, ujar K. Acep Hafidin, Ketua MUI Kecamatan Parakansalak.

Setiap rumah yang direnovasi menghabiskan dana antara 8 – 10 juta, di luar biaya tenaga kerja. Besaran dana tergantung dari kerusakan dan besarnya rumah yang direnovasi. Rumah Ma Icih (65) adalah salah satu rumah yang ditetapkan untuk direnovasi sehingga menjadi layak huni.

Keberhasilan MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak dalam memerangi rumah kumuh tidak terlepas dari strategi penggalangan dana. Penggalangan dana dilakukan melalui lembaga-lembaga seperti IPHI, BAZ baik di tingkat DKM maupun Desa.

Selain mengumpulkan dana cash, MUI dan BAZ mengetuk hati para agnia untuk menyumbangkan apa yang mereka miliki. Ada yang menyumbang semen, kayu, batu, pasir, paku dan sebagainya.

“Kalau kita menggalang khusus dana saja, sangat susah. Terkadang umat tidak percaya. Tetapi kalau kita umumkan di mesjid bahwa MUI dan BAZ memiliki rencana merenovasi rumah kumuh, maka bantuan itu mengalir dengan cepat”, ujar Ust Ucup Supiana S. Pd. I dengan semangat.

Rumah Baru Ma Icih, duh senangnya
Yang paling mahal adalah tenaga kerja. Namun dengan program MUI dan BAZ ini, masyarakat secara bergiliran menyumbangkan tenaganya untuk merenovasi rumah kumuh. Kegotongroyongan yang menjadi salah satu ciri prilaku bangsa Indonesia itu pun tumbuh kembali. Bahkan tanpa diminta, para ibu rumah tangga menyediakan santap penganan yang mampu menjadi penyemangat kerja.

Camat Parakansalak Dody Rukman Meidianto S.Ip memuji langkah MUI dan BAZ dalam memerangi rumah kumuh. Keberhasilan MUI dan BAZ Kecamatan Parakansalak tidak terlepas dari kesungguhan membimbing umat ke arah kehidupan yang lebih baik. Ia pun mengharapkan tahun ini dan tahun depan lebih banyak rumah kumuh lagi yang berhasil direnovasi.

“Itu buah kesungguhan MUI dan BAZ dalam membina umat. MUI dan BAZ telah berhasil menyadarkan umat bahwa memerangi kemiskinan adalah tangung jawab bersama. Jihad melawan rumah kumuh adalah program yang perlu terus dikembangkan”, ujar lulusan STPDN itu dengan berapi-api.

Masih beribu rumah kumuh di depan pelupuk mata. Kemiskinan adalah terorisme sesungguhnya. Berjihad di jalan Allah dengan memerangi rumah kumuh, adalah semangat yang perlu dikobarkan.  Semoga menjadi amal ibadah yang terpuji di sisi Allah Swt. Amin.
(YP Aji/Biro Sukabumi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar