Cari Blog Ini

LAPORAN UTAMA, PENDIDIKAN, KESEHATAN, LINGKUNGAN, DAERAH

Tampilkan postingan dengan label Guru Honorer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Honorer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2012

10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Terpilih Sebagai Penyelenggara Seleksi CPNS 2012

seleksi CPNS di Kalbar Tahun 2010/foto istimewa
Jakarta (Majalah Komunitas) -  Sepuluh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terpilih dan direkomendasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai penyelenggara seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2012 ini.

Ke-10 PTN tersebut adalah : Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Institut Pertanian Bogor (ITB) Bogor, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Surabaya (ITS) Surabaya, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Universitas Andalas (UNAND) Padang, dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. 

Kamis, 12 Januari 2012

2012 : Momentum PNS Untuk Merubah Pola Pikir



OLEH: MUHAMMAD REZA PUTRA
STAF PADA DIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN KEPEGAWAIAN III BKN

Do not wait; the time will never be “just right.” Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command, and better tools will be found as you go along  (Napoleon Hill)

I. Pendahuluan

Ungkapan bijak dari Napoleon Hill ini kiranya dapat menjadi renungan untuk kita bahwa Jangan menunggu karena tak akan ada waktu yang tepat. Mulailah dari sekarang, dan berusahalah dengan segala yang ada. Seiring waktu, akan ada cara yang lebih baik asalkan tetap berusaha.”

Kamis, 05 Januari 2012

LSM Sapulidi Lakukan Uji Publik Analisa Rasio Kebutuhan Guru Kota Bekasi 2012-2016

Guru Honorer sedang menginput data di LSM Sapulidi/Boy
Kota Bekasi (Majalah Komunitas) – Lembaga Swadaya Masyarakat Satuan Pemuda Lingkar Demokrasi (LSM Sapulidi) mengadakan uji publik dan diseminasi hasil analisa rasio kebutuhan guru di Kota Bekasi tahun 2012-2016.

Hasil analisa menunjukkan bahwa Kota Bekasi membutuhkan guru SD Negeri hingga tahun 2016 sebanyak 2.430 orang. Rincian kebutuhan tersebut merupakan hasil Analisa Rasio Kebutuhan Guru yang dibuat oleh Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi, LSM Sapulidi Bidang Direktorat Sosial dan Pendidikan bekerjasama dengan Forum Komunikasi Guru Sukarelawan (FKGS) Kota Bekasi.

Hasil analisa ini dapat menjadi rujukan dalam proses pengangkatan, rekruitmen dan penambahan guru CPNS sesuai dengan Moratorium CPNS yang diberlakukan pemerintah.

Untuk meminimalisir kesalahan dan masyarakat mengetahui tentang hasil analisa tersebut, Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi melakukan uji public dan diseminasi hasil analisa. 

Hasil analisa akan dipublikasikan dan disebarluaskan melalui website LSM Sapulidi, dan menempelkan di Dinas Pendidikan, BKD Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi dan di 12 UPTD Pembinaan SD se Kota Bekasi.

Saran, kritik dan masukan tentang hasil analisa dapat disampaikan ke :

1. Sekretariat LSM Sapulidi, Ruko Sentra Bisnis Harapan Indah Blok SB 9 No.16 Lantai 3 Medansatria, Kota Bekasi

2. Melalui website : www.sapulidinews.com


4. Facebook : Lsm Sapulidi

5. Twitter : LSM Sapulidi

6. SMS : Bang Imam : 0852 3289 8460, 0878 7857 8636, 021 931 36 201, Bang Boy : 0812 256 63 527, 0813 876 95 186.

Kegiatan Uji Publik dan Diseminasi akan dilakukan sejak tanggal 05 hingga 20 Januari 2011. (bang imam)


Hasil Analisa Rasio Kebutuhan Guru SD Negeri 
di Kota Bekasi Tahun 2012-2016

NO
KOMPONEN
2012
2013
2014
2015
2016
JUMLAH
01
02
03
04
05
06
07
08
1
Guru Kelas
651
37
40
33
34
795
2
PAI/PAK
382
8
12
15
16
433
3
Penjaskes
600
-
-
-
1
601
4
*Mulok (Bhs. Sunda)
446
-
-
-
-
446
5
**Bhs. Inggris
-
-
-
-
-
-
6
***Kepsek
13
34
28
27
29
131
7
****Lainnya
3
6
1
5
9
24

Jumlah
2.095
85
81
80
89
2.430


 Profil Pendidikan SD Negeri di Kota Bekasi Tahun 2011

NO
KOMPONEN
JUMLAH
1
Jumlah SD Negeri
453
2
Jumlah Guru SD Negeri
8.179

        Guru PNS
4.179

       Guru Non PNS
3.597
3
Jumlah Tenaga Kependidikan
486
4
Jumlah Siswa SD Negeri
181.423
5
Jumlah Rombel SD Negeri
4.842
6
Jumlah Ruang Kelas SD Negeri
2.727
Sumber : Hasil Analisa Tim Advokasi 
Guru Honorer Kota Bekasi, 2011



Rabu, 14 Desember 2011

Sosialisasi Peraturan Bersama 5 Menteri Tentang Penataan dan Pemerataan PNS


Guru Honorer Kota Bekasi/Foto: Prawoto, Majalah Komunitas
Jakarta (Majalah Komunitas) - Pada tanggal 3 Oktober 2011 telah ditandatangani Peraturan Bersama Mendiknas, Menteri Negara PAN-RB, Mendagri, Menkeu, dan Menag tentang Penataan dan Pemerataan Guru PNS.

Perma tentang Penataan dan dan Pemerataan Guru PNS disusun dalam rangka menindaklanjuti rencana aksi (N2P9A4) Inpres No. XIV Tahun 2011 mengenai Regulasi Pemerataan Distribusi Guru yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional, khususnya Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dirjen Pendas, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PenMan, Dirjen Penman.

Selasa, 15 November 2011

BKD : Bantul Kekurangan 670 Guru SD Akibat Moratorium


RASIO GURU : Kota Bekasi akan menyusun rasio kebutuhan guru selama 5 tahun
Bantul (MAJALAH KOMUNITAS) - Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan kekurangan guru sekolah dasar sebanyak 670 orang yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) akibat kebijakan moratorium atau penghentian penerimaan CPNS.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Rasio Kebutuhan Guru Bekasi Segera Dibuat

Bang Imam sedang memberikan arahan kepada guru honorer


Bekasi (MAJALAH KOMUNITAS) – Tidak lama lagi kepastian status guru honorer di Kota Bekasi akan segera terselesaikan. Keputusan Dinas Pendidikan Kota Bekasi menggandeng LSM Sapulidi untuk membuat penelitian analisa dan rasio kebutuhan guru di Kota Bekasi Tahun 2011.

Direktur Bidang Sosial dan Pendidikan LSM Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, ST. mengatakan analisa dan rasio kebutuhan guru itu akan menjawab semua pertanyaan dan kegalauan guru honorer tentang statusnya yang belum jelas.

“Teman-teman patut bersyukur karena disdik melibakan kita untuk menyusun rasio. Insya Allah sehabis lebaran sudah dapat dimulai,” kata Tengku Imam Kobul pada acara harmonisasi dan sosialisasi sistem penyelesaian nasib tenaga honorer di Redaksi Majalah Komunitas, Rabu, 17 Agustus 2011. 

Senin, 15 Agustus 2011

Diduga Atas Desakan (Titipan) Pelaksana Tugas Walikota, Disdik Angkat TKK Baru


Rapat Guru Honorer membahas perbaikan nasib mereka jadi PNS

“Dari penelusuran kami, orang tua Heni dekat dengan mantan Kadisdik, Asmari. Orangtuanya bahkan sempat dan lama menjadi Ketua Komite Sekolah di SD tersebut. Kemungkinan besar, pengangkatan TKK berdasarkan asas kedekatan dan balas budi. Kami sangat prihatin, kok Pemkot Bekasi terus melanggar aturan,” kata Bang Imam

Kota Bekasi (MAJALAH KOMUNITAS) – Diduga atas desakan pelaksana tugas (Plt.) Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi terus menambah TKK (tenaga kerja kontrak) baru di lingkungan Dinas Pendidikan khususnya untuk tenaga guru.

Padahal hingga saat ini 2.631 guru honorer yang ada di Kota Bekasi belum jelas nasibnya. Hal ini menjadi tanda tanya, apakah benar Pemerintah Kota Bekasi akan serius memperjuangkan nasib tenaga honorer menjadi CPNS.

Salah satu bukti adalah dikeluarkannya Surat Perintah (SP) atas nama Heni Lestari oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi menjadi TKK baru dan mengajar sebagai guru kelas di SDN Durenjaya III, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

SP itu ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Drs. H. Encu Hermana, MM tertanggal 5 Agustus 2011. Dalam isi surat, Heni Lestari yang lulusan Diploma Dua (D2) terhitung mulai tanggal 08 Agustus 2011 yang bersangkutan agar melaksanakan tugas sebagai Guru Pada SDN Duren Jaya III UPTD Pembinaan SD Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi.

Kamis, 04 Agustus 2011

Disdik Kota Bekasi Berikan Kepastian Status Guru Honorer

Bu Fitri, Bu Ani, Pak Encu Hermana, Pak Ali Fauzie, Bang Imam, Bu Indah, dan Bu Yanti
“Menjadi pegawai negeri adalah harapan tinggi cita-cita dan juga idaman. Mari kita sekali lagi pastikan peraturannya benar, sistemnya tepat, manajemen, dan pengelolaannya yang baik,” SBY

Kota Bekasi (SAPULIDI News) - Dinas Pendidikan Kota Bekasi akhirnya memberikan kepastian terhadap nasib dan status guru honorer di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Drs. H. Encu Hermana, MM mengatakan, disdik segera melakukan pemetaan guru di Kota Bekasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami akan segera memetakan kondisi pendidikan di Kota Bekasi. Sehingga semua guru honorer akan mendapatkan kepastian status. Tindak lanjut RPP Tenaga Honorer dan Moratorium CPNS segera kita respons dengan rasio dan moratorium bersyarat,” kata Encu saat menerima pengurus Forum Komunikasi Guru Sukwan (FKGS) Kota Bekasi yang difasilitasi Tim Advokasi Guru Honorer LSM Sapulidi di Kantor Dinas Pendidikan, Kamis, 4 Agustus 2011.

Rabu, 13 Juli 2011

Rasio PNS Dengan Jumlah Penduduk Indonesia 1,98 Persen


Dari hasil kajian, mungkin kita tidak perlu menambah pegawai tapi distribusinya yang kita atur

aku mau jadi PNS
Jakarta (MAJALAH KOMUNITAS) - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) tengah memetakan instansi pemerintah yang kelebihan pegawai dan kekurangan pegawai, termasuk daerah yang anggaran belanja pegawai mencapai 70% dari APBD. 

“Kita ingin menyelesaikan masalah ini, tanpa menimbulkan masalah baru”, ujar Sekretaris Kementerian PAN-RB, Tasdik Kinanto kepada wartawan, Selasa (12/7). 

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi isu tentang wacara moratorium bagi PNS, seperti dilansir sejumlah media dalam beberapa hari terakhir. Dikatakan, Kementerian PAN-RB melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. 

“Kita sedang melakukan kajian berapa kebutuhan pegawai negeri sipil yang sebenarnya, jumlah PNS saat ini, dan bagaimana kondisi riil di lapangan. Semua itu dikaitkan dengan kemampuan anggaran belanja yang tersedia, sehinga sampai pada keputusan yang terbaik,” tambahnya usai mendampingi Menpan-RB, EE Mangindaan dalam Raker dengan Komisi II DPR RI.

Dijelaskan, dilihat dari segi jumlah dan luas wilayah, PNS Indonesia masih moderat karena rationya masih 1,98%, sedangkan Malaysia 2,7%, Brunei Darussalam bahkan mencapai 13%, dari jumlah penduduk. 

Tetapi kalau dinilai dari kualitas dan profesionalitasnya, PNS kita memang harus dibenahi. Selain itu, distribusinya dirasakan tidak seimbang, karena saat ini hampir 60% PNS ada di Jawa.
“Ini yang harus ditata,” ujarnya. 

Menjawab pertanyaan soal moratorium, Tasdik menjelaskan bahwa hal itu bukan berarti tidak ada penerimaan CPNS sama sekali, tetapi pelaksanaannya akan lebih selektif. 

“Kita sangat hati-hati karena menyangkut manusia, kajiannya harus komprehensif dan mendalam,” ujarnya. 

Ditambahkannya, hal itu dimungkinkan bagi instansi tertentu, tetapi masih banyak instansi yang membutuhkan. Dicontohkan, Kementerian Hukum dan HAM yang masih membutuhkan tenaga LAPAS, atau calon pegawai yang sudah terikat dengan pendidikan kedinasan.

Sebagai bagian dari semangat reformasi birokrasi, ke depan Kementerian PAN-RB ingin menata PNS sehingga betul-betul sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk melayani masyarakat. 

“Dari hasil kajian, mungkin kita tidak perlu menambah pegawai tapi distribusinya yang kita atur,” ucapnya.

Menyangkut pelaksanaan pensiun dini, Tasdik mengatakan bisa melalui ketetapan oleh instansi bisa juga dari pegawai sendiri yang mengajukan. Namun, yang jelas tidak ada tekanan dari pemerintah untuk memaksa pegawai harus pensiun.

Menyinggung tentang masih adanya aduan dari masyarakat terhadap kecurangan dalam penerimaan CPNS, Kementerian PAN-RB sangat berterima kasih kalau masyarakattnya mengadu dengan bukti, data dan fakta yang kongkret. 

“Kalau memang benar, kami akan meninindak lanjuti,” tegas Tasdik. 

Dijelaskan, dalam penerimaan CPNS, kebijakannya sudah jelas, yakni harus bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri, dengan sistem komputerisasi, dan dari awal dalam memberikan formasi kita sudah dikendalikan seperti persyaratan sangat ketat. 

Kontrol yang dilakukan oleh Kementerian PAN terhadap penambahan pegawai antara lain dengan mengetatkan rekruitmen CPNS. 

“Kita kaji betul perbandingan dengan jumlah penduduk yang dilayani, bagaimana pegawai yang sudah ada sekarang ini. Kita analisis betul, berdasarkan data yang kita miliki dengan formula yang sudah baku, dan kita melihat kemampuan keuangan negara,” ujarnya. 

Menginggung rencana penghapusan 4 lembaga non struktural (LNS), dan 11 yang dialihkan fungsinya, Tasdik mengatakan bahwa PNS-nya akan dikembalikan ke induknya masing-masing. Untuk yang bukan PNS sedang dipikirkan bersama, dan akan dilakukan dalam tahun 2011 ini.

Sumber : Biro Hukum dan Humas Kemen PAN-RB